SEJARAH


Berdirinya Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bisnis Indonesia memiliki perjalanan yang cukup panjang dan tidak terlepas dari cita-cita luhur seorang tokoh pendidikan bernama I Gusti Ngurah Mandra, S.H. Bahwa dengan pengalamannya yang sudah membidani lahirnya dua perguruan tinggi di Jakarta ia ingin ikut berkiprah langsung dalam mencerdaskan bangsa. Bidang pendidikan yang pertama didirikannya yaitu lembaga kursus dan pelatihan keterampilan Komputer pada tahun 1987 dengan nama Lembaga Pendidikan Bina Usaha Indonesia (LPB-UI) yang bernaung dalam wadah Yayasan Ekadwitriana.  Di bawah lembaga LPB-UI itulah berhasil dicetak lulusan setingkat Diploma Satu (D.1) yang diserap instansi negeri maupun swasta. Setelah berhasil menyalurkan lulusan dengan Sertifikat di bidang Komputer, di tahun berikutnya bamyak peminat dan permintaan tenaga terampil di bidang Perhotelan dan Sekretaris. Sejak itu maka LPB-UI dikembangkan dan dirubah menjadi Politeknik Bisnis Indonesia yang membuka Program Diploma Satu Program Studi Akuntansi Komputer, Perhotelan dan Sekretaris.

Lulusan yang cukup banyak saat itu, membawa dampak positif juga terhadap perkembangan kemajuan lembaga. Perusahaan-perusahaan dan instansi-instansi, baik negeri maupun swasta memberikan respon positif atas tenaga terampil yang dihasilkan lembaga LPB-UI. Atas respon positif tersebut alumni-alumni yang telah mendapat kepercayaan dimana mereka bekerja dan juga dari stakeholder menyampaikan usulan agar Politeknik LPB-UI dapat lebih meningkatkan kompetensi lulusan setingkat lebih tinggi lagi.

Respon positif dari stakeholder bersama alumni membangkitkan semangat Yayasan Ekadwitriana untuk menyusun persyaratan pendirian sebuah sekolah tinggi. Maka di awal tahun 1990, mulailah disusun studi kelayakan, statuta, maupun renstra dan persyaratan lainnya selain persyaratan sarana prasana fisiknya. Dengan kelengkapan persyaratan yang telah disusun itu Yayasan Ekadwitriana mengajukan Izin Operasional ke Kopertis Wilayah III yang diterima oleh Bapak Drs. M.B. Tampubolon, M.M. yang saat itu adalah selaku Sekretaris Pelaksana Koordinator Perguruan Tinggi Swasta Wilayah III (Kopertis Wilayah III).

Adapun Program Studi yang diajukan izinnya adalah untuk Jurusan/Program Studi:
  1. Akuntansi Diploma Tiga (D.III);
  2. Manajemen Pemasaran Diploma Tiga (D.III);
  3. Manajemen Keuangan dan Perbankan Diploma Tiga (D.III).

Permohonan izin yang diajukan itu mendapat respon cukup cepat yaitu dengan diterimanya dokumen   persyaratan dengan perbaikan dan penambahan pada rencana jangka panjang. Atas dipenuhinya persyaratan yang dipersyaratkan pada tanggal 18 Februari 1991 Kopertis Wilayah III memberi info bahwa Izin STIE Bisnis Indonesia disetujui dan ditanda tangani pada tanggal 21 Februari 1991 dengan SK No.077/01/1991. Dengan adanya peristiwa itulah maka STIE Bisnis Indonesia dinyatakan berdiri dan lahir pada tanggal 21 Februari 1991 yang dipimpin oleh Ketua pertama Bapak Hendro Hartono, S.E., M.M.  Dengan demikian untuk pertama sekali dalam sejarah STIE Bisnis Indonesia izin yang dikeluarkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan adalah Program Diploma Tiga (D.III).

Kemudian untuk Program Strata Satu (S.1) izinnya dikeluarkan berdasarkan SK Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Depdikbud dengan No. 152/DIKTI/Kep/1993 tertanggal 20 April 1993, dan untuk Progam Pasca Sarjana Izin Operasional pertama keluar berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi No.3823/D/T/2003 tertanggal 20 Nopember 2003.

Sehubungan dengan perkembangan dan tuntutan modernisasi menghadapi globalisasi Yayasan Ekadwitriana yang semula menaungi STIE Bisnis Indonesia memandang perlu STIE Bisnis Indonesia dikelola dengan lebih baik dan professional. Karena itu agar dapat menjalankan visi dan misi pendidikan dengan baik, maka pada tanggal 7 Juli 1999 STIE Bisnis Indonesia dialihkan pengelolaannya dibawah Yayasan Pendidikan Global (YPG). Namun Yayasan Pendidikan Global ternyata selain menaungi STIE Bisnis Indonesia ada juga yang memakai nama tersebut sehingga nama Yayasan Pendidikan Global oleh Pimpinan Yayasan yang diketuai oleh Dr. Mulyatno Sindhudarmoko, S.E.  dirubah namanya menjadi Yayasan Almatama Bawono Loka (YABL) yang artinya “Dunia Tempat Menimba Ilmu Utama”

Sejak adanya peralihan dan perubahan pengelolaan tersebut STIE Bisnis Indonesia mulai menata diri untuk dapat beradaptasi dengan perkembangan globalisasi yang menjadi tantangan terberat saat ini. Hal itu ditempuh dengan membuka kerjasama dengan berbagai pihak sehingga saat ini STIE Bisnis Indonesia eksistensinya makin dirasakan. Hal itu dibuktikan dengan dilahirkannya alumni-alumni yang membawa nama baik Alma Mater STIE Bisnis Indonesia di tingkat nasional maupun regional.